Sejak 2016 tak Pernah Hilang, Grebeg Tumpeng Jadi Tradisi Syukur Warga Bukit Pariaman

img

Suasana masyarakat saat melakukan Grebeg Tumpeng di Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR :  Selama satu dekade, Grebeg Tumpeng tak pernah absen dari Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

 

Tradisi yang dimulai sejak 2016 itu kembali digelar Selasa (25/8/2026) sore sebagai wujud syukur warga, sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Ribuan warga turut ambil bagian dalam arak-arakan tumpeng yang dirangkai dengan bersih desa.

 

Arak-arakan dimulai dari Kantor Desa Bukit Pariaman menuju lapangan sepak bola dengan jarak sekitar 800 meter.

 

Dari masing-masing RT, warga membawa sajian yang telah dipersiapkan secara gotong royong.

 

Bentuknya pun beragam, selain nasi tumpeng, terdapat jajanan pasar, sayuran dan hasil bumi yang menjadi bagian dari sajian dalam perayaan tersebut.

 

Setibanya di lapangan, seluruhnya dikumpulkan sebelum memasuki prosesi doa dan penyampaian hajat.

 

Kepala Desa Bukit Pariaman, Sugeng Riyadi mengatakan, keberadaan Grebeg Tumpeng telah menjadi bagian dari rutinitas tahunan desa selama bertahun-tahun.

 

“Ini merupakan rutinitas kami di Desa Bukit Pariaman setiap tahun. Sejak tahun 2016, kami sudah merayakan Grebeg Tumpeng ini dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

 

Tahun ini, sebanyak 36 RT ikut mengambil bagian dalam persiapan, warga tidak hanya menyiapkan nasi, tetapi memanfaatkan hasil bumi dan makanan tradisional yang tersedia di lingkungan masing-masing.

 

“Mereka berbondong-bondong dan bergotong royong untuk membuat tumpeng, baik dari hasil bumi, jajanan pasar maupun tumpeng nasi yang tadi beberapa menit lalu kita saksikan,” ujarnya.

 

 Ia mengatakan hidangan yang telah dibawa dari masing-masing lingkungan memang diperuntukkan sebagai santapan bersama, bukan untuk diperebutkan.

 

“Setelah kita doakan bersama, kita ujubkan bersama atau kita hajatkan bersama, nanti tumpeng-tumpeng tersebut akan dinikmati bersama-sama dengan masyarakat. Jadi bukan untuk berebut atau mengambil apa pun, tetapi menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat,” jelasnya.

 

Pelaksanaan tahun ini berlangsung di tengah cuaca yang cukup panas. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat untuk ikut dalam arak-arakan maupun persiapan di lingkungan masing-masing.

 

Ia bahkan melihat partisipasi tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

 

“Lebih antusias dari warga masyarakat dibanding tahun sebelumnya. Meskipun dengan kondisi saat ini yang kita ketahui cuaca sangat panas luar biasa dan kayaknya mengarah ke kemarau, tapi itu tidak mengurangi rasa semangat gotong royong masyarakat kami,” ungkapnya.

 

Ia menuturkan bahwa Desa Bukit Pariaman memiliki 36 RT dengan jumlah penduduk kurang lebih 80 ribu jiwa.

 

Tidak semua warga dapat hadir karena sebagian masih disibukkan dengan panen raya yang berlangsung bersamaan dengan momentum Agustus.

 

Meski begitu, lanjutnya, Pemerintah Desa Bukit Pariaman memastikan perayaan tersebut akan terus dipertahankan.

 

“Desa berkomitmen tidak akan menghilangkan tradisi ini, sampai kapan pun, karena ini adalah wujud dari rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.

 

Sementara itu, Camat Tenggarong Seberang, Sukono turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Grebeg Tumpeng.

 

Ia menilai perayaan tersebut menjadi salah satu cara warga mengungkapkan rasa syukur atas rezeki yang diterima dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bukit Pariaman yang tahun ini melaksanakan suatu kegiatan rutin, yaitu Grebeg Tumpeng,” ujarnya.

 

Menurutnya, nilai kegiatan tersebut tidak berhenti pada prosesi adat maupun sajian yang dibawa warga.

 

Berkumpulnya masyarakat di satu tempat menurutnya juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan sosial di lingkungan desa.

 

“Ini merupakan bentuk syukur sehingga seluruh masyarakat bisa berkumpul di lapangan sepak bola ini,” kata dia.

 

Ia berharap pelaksanaan Grebeg Tumpeng dapat terus dipertahankan setiap tahun.

 

Ia melihat tradisi tersebut memiliki peran dalam menjaga persatuan warga di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang.

“Harapan kami kegiatan ini tetap dilaksanakan setiap tahun, karena ini juga menjadi bentuk persatuan antara satu dengan yang lain, masyarakat satu dengan masyarakat yang lain, sehingga menjadi satu kesatuan di wilayah ini,” pungkasnya. (Kriz)